

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat 27 September 2024 di Aula SMPN 1 Silat Hulu yang diikuti 195 siswi dari kelas 7-9 dan didampingi dewan guru serta dipandu oleh Tim Pencegahan Stunting Kecamatan Silat Hulu beserta sekcam,danramil, dan kapolsek Silat Hulu.adanya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan kepala Sekolah SMPN 1 Silat Hulu, yaitu Ibu Sannaria Girsang,S.Pd
Kepala Puskesmas Silat Hulu memberikan semangat melalui salam sehat dan juga mengajak seluruh remaja putri untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. “Standar kelahiran ditentukan oleh WHO, akan dibagikannya tablet penambah darah untuk menambah sel darah merah.” Ujar Bu bidan Fitri.
Menurut Rina,S.Tr.Keb.“Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.”orang yang mengalami stunting bukan hanya orang dewasa,tetapi juga anak balita,terbukti dengan anak yang baru lahir mengalami berat badan rendah hanya 2,4 kg.
Menurut beberapa anak-anak,”mereka sangat senang sekali dengan adanya sosialisasi tentang stunting,kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka,selain mengenal stunting, ciri-ciri, pengobatan hingga bagaimana cara mencegahannya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.
Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
“Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih”, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, di Jakarta (7/4)
Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian telur dan pembagian tablet penambah darah oleh tim stunting kecamatan Silat Hulu.
