PUTUSSIBAU SELATAN – Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit Chikungunya, Koordinator Pendidikan Kecamatan Putussibau Selatan melaksanakan kegiatan fogging (pengasapan) disertai edukasi kesehatan lingkungan di sejumlah wilayah satuan pendidikan binaan, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Koordinator Pendidikan Putussibau Selatan, Idayati, S.Pd., M.Pd., dan turut dihadiri oleh Pengawas Putussibau Selatan, ROSNAINI, S.Pd.SD, perwakilan Puskesmas Putussibau Selatan, serta perwakilan dari Kecamatan Putussibau Selatan.

Pelaksanaan fogging menyasar sejumlah satuan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah,antara lain TK Negeri Pembina Putussibau Selatan, SDN 01 Kedamin Hilir, SDN 02 Kedamin Hulu, SDN 03 Kedamin, SDN 22 Kedamin Hulu, SDN 23 Kedamin Darat, SDN 28 Kedamin Darat, SDN 29 Tanjung Jati, SDIT Islam Mulya, SD Islam Tahfidz, SD Islami Mic Senter, SMPN 2 Putussibau, SMPN 6 Putussibau, SMPN 7 Putussibau, MTS Ma Arif, SMAN 2 Putussibau, SMKN 1 Putussibau dan Kantor Koordik Putussibau Selatan.. Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menekan risiko penyebaran Chikungunya melalui pengendalian nyamuk sebagai salah satu upaya perlindungan terhadap warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Selain pengasapan, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala penyakit Chikungunya.

Koordinator Pendidikan Putussibau Selatan, Idayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan di wilayah binaan Koordinator Pendidikan Putussibau Selatan semakin meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit.

Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sarang nyamuk, diharapkan aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *