Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Program Anti Perundungan bersama Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota Regional 1 Tahun 2021

Pada tanggal 14 s.d. 16 Oktober 2021, Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) KEMENTERIAN PENDIDIKAN KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA (Kemendikbudristek RI) menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Program Anti Perundungan bersama Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota Regional 1 Tahun 2021. DKT diikuti secara luring (luar jaringan) maupun daring (dalam jaringan) oleh delegasi dinas pendidikan dari 8 provinsi dan 123 kabupaten/kota. Petrus Kusnadi, S.Sos.,M.Si, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, menugaskan Leonardus, S.S.,M.Th., Kepala Seksi Kurikulum SMP, menghadiri kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta tersebut.

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual on tape, Mendikbudristek RI, Nadiem Anwar Makarim, menyebutkan 3 (tiga) dosa besar dalam sistem pendidikan di Indonesia. Ketiganya adalah perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi. Menteri menegaskan komitmen kementerian dalam membasmi ketiiga dosa besar tersebut melalui Program Merdeka Belajar. Asesmen Nasional, yang merupakan turunan dari program tersebut, telah melakukan Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar untuk mengukur kadar nilai-nilai Pancasila pada setiap satuan pendidikan.

DKT menyajikan informasi tentang 3 (tiga) dosa besar dalam sistem pendidikan melalui 3 sesi, dan melengkapinya dengan pemaparan tentang beberapa program dalam rangka menanggulangi ketiga dosa tersebut. Program-program yang dipaparkan adalah Portal Liga Penguatan Karakter dan Program Pemanfaatan Konten Cerdas Berkarakter. Kedua program tersebut merupakan turunan dari Program Roots yang dikerjakan Puspeka bersama Unicef Indonesia dan Mitra. Program Roots merupakan program pencegahan perundungan yang berfokus pada peran siswa dalam mengubah norma sosial di sekolah untuk menanamkan “Perilaku Positif” melalui jejaring sosial dan whole-school approach disertai pelatihan guru “Disiplin Positif”. Program ini menargetkan partisipasi 574 Sekolah Penggerak jenjang SMP, 382 Sekolah Penggerak jenjang SMA dan 901 SMK Pusat Keunggulan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu berkomitmen untuk turut menyampaikan pesan anti perundungan dan mendorong terciptanya “Perilaku Positif” di lingkungan sekolah. Kegiatan yang sedang direncanakan adalah Sosialisasi Program Pencegahan Perundungan terutama kepada satuan-satuan pendidikan yang telah berpartisipasi dalam Program Sekolah Penggerak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *